Artikel Pendidikan Anti Korupsi

TUGAS PEKTA!

 

Nama    : Aida Fauziah

Fakultas : Hukum

Prodi      : Ilmu Hukum  

  

I.         Pengertian Korupsi   

Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.  

Menurut para Ahli:  

-Nurdjana (1990). Pengertian korupsi adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “corruptio”, yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan hukum.  

-Haryatmoko. Pengertian korupsi adalah upaya menggunakan kemampuan campur tangan karena posisinya untuk menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh,uang atau kekayaan demi kepentingan keuntungan dirinya.  

II.          Faktor Penyebab Korupsi   

A.   Faktor Internal   

1.    Sifat selalu merasa kurang  

2.    Moral yang lemah   

3.    Penghasilan kurang mencukupi  

4.    Kebutuhan hidup yang mendesak  

5.    Gaya hidup konsumtif   

B.   Faktor dari Organisasi  

1.    Kurangnya sikap keteladanan pimpinan   

2.    Tidak ada kultur organisasi kultur organisasi yang benar  

3.    Kurangnya sistem akuntabilitas yang benar  

4.    Kelemahan system pengendalian manajemen   

C.   Faktor dari Tempat   

1.    Nilai di masyarakat memungkinkan korupsi   

2.    Masyarakat kurang sadar dirinya korban korupsi   

3.    Masyarakat kurang sadar dirinya terlibat korupsi  

4.    Masyarakat kurang sadar korupsi bisa dicegah dan diberantas  

  

III.          Cara Mengatasi Korupsi  

A.      Strategi Preventif  

1.         Memperkuat Dewan Perwakilan Rakyat  

2.         Memperkuat Mahkamah Agung dan jajaran peradilan di bawahnya  

3.         Membangun kode etik di sektor publik  

4.         Membangun kode etik di sektor Parpol, Organisasi Profesi dan Asosiasi Bisnis  

5.         Meneliti sebab-sebab perbuatan korupsi secara berkelanjutan  

6.         Penyempurnaan manajemen sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri  

7.         Pengharusan pembuatan perencanaan stratejik dan laporan akuntabilitas kinerja bagi instansi pemerintah  

8.         Peningkatan kualitas penerapan sistem pengendalian manajemen  

9.         Penyempurnaan manajemen Barang Kekayaan Milik Negara (BKMN)  

10.     Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat  

11.     Kampanye untuk menciptakan nilai (value) anti korupsi secara nasional  

  

B.      Strategi Represif  

1.    Pembentukan Badan/Komisi Anti Korupsi  

2.    Penyidikan, penuntutan, peradilan, dan penghukuman koruptor besar (Catch some big fishes)  

3.    Penentuan jenis-jenis atau kelompok-kelompok korupsi yang diprioritaskan untuk diberantas  

4.    Pemberlakuan konsep pembuktian terbalik  

5.    Meneliti dan mengevaluasi proses penanganan perkara korupsi dalam sistem peradilan pidana secara terus menerus  

6.    Pemberlakuan sistem pemantauan proses penanganan tindak pidana korupsi secara terpadu  

7.    Publikasi kasus-kasus tindak pidana korupsi beserta analisisnya  

8.    Pengaturan kembali hubungan dan standar kerja antara tugas penyidik tindak pidana korupsi dengan penyidik umum, PPNS dan penuntut umum.  

  

  

SUMBER:  https://www.liputan6.com/hot/read/5122801/cara-mengatasi-korupsi-

diindonesia-kenali-faktor-penyebabnya?page=6   

  

https://www.liputan6.com/hot/read/5308413/faktor-penyebab-korupsi-

lengkapdengan-teori-dan-jenisnya?page=5   

  

https://www.liputan6.com/hot/read/4730252/pengertian-korupsi-menurut-

paraahli-penyebab-dan-dampaknya?page=3   

  

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5975109/16-faktor-penyebab-

korupsidari-aspek-individu-hingga-organisasi    

Komentar